sekarang aku benar-benar merasakan. bahwa manusia hanyalah manusia yang hanya mampu berencana sesuai apa yang dia mau. tapi rencana manusia akan berubah saat tangan Tuhan mengubahnya.
yah... akhir kata, bisa apa manusia kalau Tuhan sudah berencana? kita mungkin hanya bisa berdoa untuk mampu melaluinya. yah.... aku pikir semua ini bakalan ada BOOM di akhir. yang pasti aku pengenin BOOM itu indah. yah seperti janji Tuhan "INDAH PADA WAKTUNYA" aku sih cuma bisa berdoa dan berharap yang terbaik dari Tuhan aja sih, aku nggak minta banyak, cuma minta, ada jalan keluarnya dari semua ini. aku bisa apalagi, frend? marah ? buat apa ? apa semua akan kembali seperti rencanaku? menagis, mungkin iya, tapi mau nangis tapi mikir juga inikan Tuhan udah buat biar aku kuat. aduuuhh....
susah deh kalau udah Tuhan yang bertindak.
cuma bisa minta kekuatan untuk menjalani hal ini aja. aku yakin,kok, yah... kalau ada masalah pasti ada jalan keluar. soal matematika aja ada rumusnya, masa masalah kagak ada rumusnya, rumusnya ada di kesabaran dan kebesaran hati menerima ini semua.
Pengikut
Sabtu, 13 Desember 2014
kasih solusi dong..
sobat pembaca sekalian, pernah kah kalian merasakan hal yang sama seperti yang aku alami ini?
sudah ku buat banyak rencana dalam proposalku untuk penelitianku, namun ternyata saat ke lapangan semua tak seperti yang ada di skenarioku. semua seolah berbeda. rencana yang aku buat sudah matang, melalui ujian, melalui revisi. akhirnya di ACC untuk penelitian. tapi akhirnya, observasi yang seharusnya bisa aku lakukan dua kali, hanya bisa ku lakukan satu kali, dikarenakan respondenku ada acara lain.
padahal minimal dalam satu hari observasi adalah dua kali.
mungkin ada yang bisa kasih solusi, yang udah pernah skripsi atau KTI ?
sudah ku buat banyak rencana dalam proposalku untuk penelitianku, namun ternyata saat ke lapangan semua tak seperti yang ada di skenarioku. semua seolah berbeda. rencana yang aku buat sudah matang, melalui ujian, melalui revisi. akhirnya di ACC untuk penelitian. tapi akhirnya, observasi yang seharusnya bisa aku lakukan dua kali, hanya bisa ku lakukan satu kali, dikarenakan respondenku ada acara lain.
padahal minimal dalam satu hari observasi adalah dua kali.
mungkin ada yang bisa kasih solusi, yang udah pernah skripsi atau KTI ?
Rabu, 12 November 2014
pengajaran ini begitu berat dan begitu hebat untuk dijalani dan dirasakan. cinta yang tumbuh begitu lama dijalani dengan hangat, harus melalui pertengkaran ini. Tuhan, jadikanlah hati ini seputih hatimu, hiburlah daku jika ini menyesakkan, jadkanlah aku berpikir jenih,
sekuatkuatny amarahmu, sekejikejinya sikapmu, sepedihpedihnya itu kata-kata mu untukku, tapi, kenapa sebegitu erat perasaan ku padamu. tak mampu ku menutup buku yang telah kita tulis bersama tentang perjalanan ini. buku yang aku harap happy ending. namun apa dayaku jika memang kehendak Tuhan tidak mampu ditolak manusa, aku cuma berharap Tuhan bisa lepaskan aku dari sebuat jerat yang begitu menyakitkan ini.
sekuatkuatny amarahmu, sekejikejinya sikapmu, sepedihpedihnya itu kata-kata mu untukku, tapi, kenapa sebegitu erat perasaan ku padamu. tak mampu ku menutup buku yang telah kita tulis bersama tentang perjalanan ini. buku yang aku harap happy ending. namun apa dayaku jika memang kehendak Tuhan tidak mampu ditolak manusa, aku cuma berharap Tuhan bisa lepaskan aku dari sebuat jerat yang begitu menyakitkan ini.
Minggu, 02 November 2014
apa yang menjadi akar dari semua ini membuat aku makin tidak paham. kata-kata kasar karna sebuah amarah telah keluar dari mulut yang dahulu bertutur pujian. semua yang dahulu terang berubah menjadi gelap dalam hitungan detik. terus mengais hati yang sudah tipis demi menemukan kesabaran. sampai hati menjadi berlubang hanya kuasa Tuhan yang mampu meneguhkan.untaian doa untuknya untuk terus membuka hatinya yang penuh kasih terus kuucapkan dengan lidah dan mulut yang bergetar hebat, dengan tetesan air mata yang begitu deras.
Rabu, 24 September 2014
memang sulit buat aku memulai persoalan ini. seakan banyak sekali pikiran dalam diriku, akupun ingin semua orang mengerti posisi aku. mudahnya aku terhanyut dalam emosi yang tak seharusnya terjadi. mungkin ini yang dimaksud dengan stress. tapi apa daya ku untuk mengendalikan diri ku. aku hanya terus merefleksikan diriku, bahwa egoislah diriku bahwa aku ingin semua orang mengerti dan memahami keadaan maupun possisi aku saat ini. mungkin aku akan belajar mengelola emosi dari msalah yang terjadi dalam hidupku saat ini.aku pun tak bisa memaksa orang lain untuk masuk ke keadaan ku.
bantulah aku, Tuhan..... aku tak tahu apa yang harus aku lakukan, namun aku percaya urapanMu sungguh nyata dan kurasakan kasih Mu, bahwa Engkau masih selalu setia disampingku, walaupun selirik mataku tak tertuju padaMu. masihkah Kau mau tetap disampingku? maafkanku yang egois ini, Tuhan.
disaat manusia merasa dititik paling akhir dalam permasalahan hidupnya, seakan tiada satupun pintu dan jalan dalam penyelesaian masalah yang dihadapi. serasa asing baginya semua yang terjadi, tak mampu mengungkapkan dalam kata setiap penderitaan yang terjadi, hanya mampu di ungkapkan dengan tetesan air mata dan rintihan kesedihan. namun dititik lemah itulah kita mulai sadar, bahwa segala yang terjadi adalah kehendak Tuhan. jika sudah Tuhan yang berkarya dalam hidup kita, maka tak seorang manusiapun mampu menolak segala rencanaNya. tetap percaya pada Tuhan bahwa apa yang diberikanNya adalah yang terbaik bagi kehidupan kita, itulah jalan satu-satunya untuk tetap bertahan dalam segala masalah yang ada. bersyukur dalam keadaan yang ada, mengajarkan satu kekuatan yang mulia dalam hidup. kekuatan yang lahir dalam diri kita untuk membawa kita tidak jatuh pada lubang yang salah adalah hanya dengan melihat semua masalah pada kaca mata diri kita, seberapa besar masalah itu dan seberapa kuat kita mampu selesaikan. terkadang yang menghambat adalah justru diri manusia sendiri, dimana ia slalu merasa bahwa ia seorang yang lemah dan tak mampu. namun keyakinan akan setiap ujian yang ada adalah cara Tuhan menaikkan derajat kita.
Senin, 22 September 2014
jiwa yang selalu sabar, tak henti-hentinya merintih dan meneteskan air mata.
kesabaran yang dijalani untuk sebuah pertahanan menjadi cambuk bagi mereka yang terus bertahan.
namun dengan itulah seseorang menjadi dewasa, dengan itulah seseorang mampu menjadi lebih tangguh.
tak ada yang bisa memisahkan manusia dari masalah. semua masalah itu pasti akan ada.
justru bagaimana kita memandang masalah yang terjadi, disitulah titik dimana kesabaran menjadi sebuah benteng dalam hati.
kata-kata sesama pun mampu membuat hati yang gundah menjadi tenang apalagi jika kata hati kita yang murni mulai bicara. kesabaran juga akan membuat kita berpikir jauh lebih jernih dari sebuah hati yang penuh amarah.
kesabaran akan menjadikan penyelesaian lebih bijak dari pada emosi yang bicara.
bicara soal amarah maka Tuhan berfirman :
amsal 20;3 = terhormatlah seseorang, jika ia menjauhi perbantahan, tetapi setiap orang bodoh membiarkan amarahnya meledak.
amsal 29;8 = pencemooh mengacaukan kota, tetapi orang bijak meredakan amarah.
pengkhotbah 7;9 = jangan lekas-lekas marah dalam hati, karena amarah menetap dalam dada orang bodoh.
pengkhotbah 10;4 = jika amarah penguasa menimpa engkau, janganlah meninggalkan tempatmu, karena kesabaran mencegah kesalahan-kesalahan besar.
kesabaran yang dijalani untuk sebuah pertahanan menjadi cambuk bagi mereka yang terus bertahan.
namun dengan itulah seseorang menjadi dewasa, dengan itulah seseorang mampu menjadi lebih tangguh.
tak ada yang bisa memisahkan manusia dari masalah. semua masalah itu pasti akan ada.
justru bagaimana kita memandang masalah yang terjadi, disitulah titik dimana kesabaran menjadi sebuah benteng dalam hati.
kata-kata sesama pun mampu membuat hati yang gundah menjadi tenang apalagi jika kata hati kita yang murni mulai bicara. kesabaran juga akan membuat kita berpikir jauh lebih jernih dari sebuah hati yang penuh amarah.
kesabaran akan menjadikan penyelesaian lebih bijak dari pada emosi yang bicara.
bicara soal amarah maka Tuhan berfirman :
amsal 20;3 = terhormatlah seseorang, jika ia menjauhi perbantahan, tetapi setiap orang bodoh membiarkan amarahnya meledak.
amsal 29;8 = pencemooh mengacaukan kota, tetapi orang bijak meredakan amarah.
pengkhotbah 7;9 = jangan lekas-lekas marah dalam hati, karena amarah menetap dalam dada orang bodoh.
pengkhotbah 10;4 = jika amarah penguasa menimpa engkau, janganlah meninggalkan tempatmu, karena kesabaran mencegah kesalahan-kesalahan besar.
Langganan:
Postingan (Atom)